SAR MTA Bergabung dengan Basarnas Evakuasi Lion Air JT-610 di Karawang

Karawang – Bangsa Indonesia kembali berduka, menyusul jatuhnya pesawat penumpang Lion Air JT-610 Boeing 737 ke perairan wilayah Karawang, Jawa Barat pada hari Senin 29 Oktober 2018 pagi. Pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang ini membawa 181 penumpang dan tujuh orang awak. Hingga berita ini disusun pada hari  Ahad 4 November 2018 kemarin, proses pencarian masih terus dilakukan oleh Basarnas, BPBD dan relawan dari tim gabungan termasuk SAR Majlis Tafsir Alquran yang menerjunkan sejumlah personelnya dalam upaya evakuasi.

Sejumlah personel SAR MTA itu berasal dari berbagai daerah termasuk dari kota Bekasi dan kabupaten Karawang yang bergabung di posko Basarnas Kansar Bandung di Pantai Tanjung Pakis.

Proses pencarian dilakukan menggunakan LCR dan mengerahkan tim selam dari Basarnas serta Kopaska, dan setelah sebelumnya melakukan pencarian selama 3 hari, tim gabungan berhasil  menemukan salah satu komponen black box, yaitu FDR (Flight Data Recorder) yang kemudian komponen tersebut telah dibawa ke laboratorium Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi selanjutnya. Diharapkan penemuan FDR black box ini mampu membantu investigasi untuk mengetahui penyebab terjatuhnya pesawat. Setelah penemuan FDR tim gabungan mencoba untuk berfokus menemukan komponen black box yang lain yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) yang berisi percakapan antara awak pesawat dengan pusat kendali di darat.

  • Add Your Comment