Upacara HUT Ke-74 Tahun RI di Puncak Lawu dan Sungai Kapuas

Karanganyar – Ratusan relawan dan pecinta alam dari berbagai daerah mengikuti upacara bendera dalam rangka peringatan proklamasi kemerdekaan ke-74 tahun Republik Indonesia. Upacara ini berlangsung tepat pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 09.30 WIB, tepatnya di kawasan Telogo Kuning, puncak Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Upacara ini digelar guna mengingatkan kembali bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Allah dan manusia sebagai khalifah di muka bumi harus menjaganya. Sebab selama ini masih banyak ditemui berbagai sampah di sepanjang jalur pendakian, meskipun hampir semua yang datang adalah para pecinta alam.

Salah seorang peserta pendakian Andri Susanto berharap upacara di puncak lawu ini akan membangkitkan kesadaran bagi semua orang untuk senantiasa menjaga kelestarian alam beserta isinya.

Pada saat perjalanan kembali turun dari puncak, seluruh peserta memungut sampah dan membawanya turun.

Sedang di Pontianak, Kalimantan Barat ratusan relawan termasuk SAR MTA melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di tengah sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak.

Upacara dilakukan di atas kapal Ponton dimulai pukul 06.30 pagi dan diikuti lebih dari 90 komunitas, awak media, dan warga di sepanjang tepi sungai Kapuas. Upacara ini juga didukung 11 kapal wisata dan 30 sampan.

Bertindak selaku pembina upacara ialah staf ahli walikota bidang hukum dan politik merangkap asisten pemerintah dan Kesra Setda kota Pontianak, Iwan Apriadi Amran.

Selesai upacara, dilakukan pengibaran dua bendera merah-putih yang melayang-layang di atas sungai Kapuas dengan menggunakan dua buah drone, serta pembagian paket sembako secara simbolis.

kegiatan ini dilakukan pula pembentangan bendera merah putih raksasa berukuran 8 kali 25 meter di atas jembatan Kapuas. Staf ahli Walikota bidang hukum dan politik Iwan Apriadi Amran mengatakan upacara bendera di atas kapal Ponton ini merupakan wujud kebersamaan berbagai elemen masyarakat sesuai dengan kondisi alam yang dimiliki.

Karanganyar dan Pontianak Faris Alfarisy, Hari Prabowo, dan Ari Winanto melaporkan.

  • Add Your Comment